pengalaman menjadi guru

BAB I
PENDAHULUAN
1 Latar Belakang
Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan belajar di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Keyakinan ini muncul karena manusia adalah makhluk yang lemah, yang dalam perkembangannya senantiasa membutuhkan orang lain, sejak lahir, bahkan pada saat meninggal. Semua itu menunjukkan bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam perkembangannya, demikian peserta didik, ketika orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah pada saat itu ia menaruh harapan terhadap guru, agar anaknya dapat berkembang secara optimal.
Maka dari itu, dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai peran guru dalam pembelajaran sebagai acuan untuk memahami sebuah profesi kependidikan.
2 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam pembelajaran disebuah sekolah ataupun dalam sebuah lembaga pendidikan formal. Baca entri selengkapnya »

RPP 3

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA . . .. .. . . . . .. . .
Kelas : X
Semester : Genap
Program : IPS
Mata Pelajaran : sosiologi
Jumlah Pertemuan : 3 x pertemuan

A. Standar Kompetensi
Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.
B. Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.
C. Indikator
• Menjelaskan pengertain nilai dan norma sosial.
• Mengidentifikasi nilai dan norma.
• Mengklasifikasi kasus-kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Baca entri selengkapnya »

RPP 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : ……………………………………….
Kelas : XI (Sebelas)
Semester : 2 (Genap)
Program : –
Mata Pelajaran : Sosiologi
Jumlah Pertemuan : 6 x Pertemuan

A. Standar Kompetensi
Mendeskripsikan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural

B. Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat multikultural

C. Indikator
1. Mendefinisikan kelompok sosial
2. Mendeskripsikan syarat terbentuknya kelompok sosial
3. Mengidentifikasi macam-macam kelompok sosial
4. Mengidentifikasi kelompok sosial yang tidak teratur
5. Mendeskripsikan masyarakat setempat Baca entri selengkapnya »

RPP 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA…………………..
Kelas : X
Semester : Genap
Mata Pelajaran : Sosiologi
Jumlah Pertemuan : 1x pertemuan

A. Standar Kompetensi
Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan sosial

B. Kompetensi Dasar
Menjelaskan sosialisasi sebuah proses dalam pembentukan kepribadian.

C. Indikator
1. Mendeskripsikan definisi pengendalian sosial
2. Menjelaskan fungsi dari pengendalian sosial
3. Mengidentifikasi jenis pengendalian sosial
4. Menjelaskan sifat dari pengendalian sosial
5. Mendeskripsikan berbagai cara pengendalian sosial Baca entri selengkapnya »

Pengendalian Sosial

A. Arti Definisi / Pengertian Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial adalah merupakan suatu mekanisme untuk mencegah penyimpangan sosial serta mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk berperilaku dan bersikap sesuai norma dan nilai yang berlaku. Dengan adanya pengendalian sosial yang baik diharapkan mampu meluruskan anggota masyarakat yang berperilaku menyimpang / membangkang.

B. Macam-Macam / Jenis-Jenis Cara Pengendalian Sosial

Berikut ini adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan sosial masyarak

1. Pengendalian Lisan (Pengendalian Sosial Persuasif)
Pengendalian lisan diberikan dengan menggunakan bahasa lisan guna mengajak anggota kelompok sosial untuk mengikuti peraturan yang berlaku.

2. Pengendalian Simbolik (Pengendalian Sosial Persuasif)
Pengendalian simbolik merupakan pengendalian yang dilakukan dengan melalui gambar, tulisan, iklan, dan lain-lain. Contoh : Spanduk, poster, Rambu Lalu Lintas, dll.

3. Pengendalian Kekerasan (Pengendalian Koersif)
Pengendalian melalui cara-cara kekerasan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk membuat si pelanggar jera dan membuatnya tidak berani melakukan kesalahan yang sama. Contoh seperti main hakim sendiri. Baca entri selengkapnya »

Perilaku Menyimpang

Tindakan manusia tidak selamanya sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakatnya. Adakalanya terjadi penyimpangan terhadap nilai dan norma yang ada. Tindakan manusia yang menyimpang dari nilai dan norma atau peraturan disebut dengan perilaku menyimpang. Apakah perilaku menyimpang itu? Pernahkah kamu melakukan tindakantindakan yang termasuk dalam kategori perilaku menyimpang?

Ada banyak perilaku menyimpang yang terjadi di masyarakat. Dari yang sederhana atau kecil sampai yang kompleks yang akibatnya sangat meresahkan masyarakat. Baca entri selengkapnya »

Proses Sosial

Pengertian Proses Sosial

1. Masyarakat bersifat statis dan Dinamis
2. Masyarakat yang dinamis cenderung lebih berproses dari masyarakat yang sifatnya statis
3. Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apa bila orang perorang atau kelompok sosial saling bertemu dan menentukan bentuk hubungan tersebut

Proses Sosial : pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan orang perorang atau kelompok secara bersama

STRUKTUR SOSIAL BUDAYA, PRANATA SOSBUD,
DAN PROSES SOSIAL BUDAYA

Struktur Sosial Budaya

1. Struktur sosial: pola perilaku dari setiap individu masyarakat yang tersusun sebagai suatu sistem
2. Masyarakat mrp suatu sistem sosial budaya terdiri dari sejumlah orang yang berhubungan secara timbal balik melalui budaya tertentu.
3. Setiap individu mempunyai ciri dan kemampuan sendiri, perbedaan ini yang menyebabkan timbulnya perbedaan sosial. Baca entri selengkapnya »

interaksi sosial

Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial.
Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok” . Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial” . Baca entri selengkapnya »

nilai dan sosial

Satu bagian penting dari kebudayaan atau suatu masyarakat adalah nilai sosial. Suatu tindakan dianggap sah, dalam arti secara moral diterima, kalau tindakan tersebut harmonis dengan nilai-nilai yang disepakati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat di mana tindakan tersebut dilakukan. Dalam sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi kasalehan beribadah, maka apabila ada orang yang malas beribadah tentu akan menjadi bahan pergunjingan, cercaan, celaan, cemoohan, atau bahkan makian. Sebaliknya, kepada orang-orang yang rajin beribadah, dermawan, dan seterusnya, akan dinilai sebagai orang yang pantas, layak, atau bahkan harus dihormati dan diteladani. Baca entri selengkapnya »

Sosiologi Sebagai Ilmu Tentang Perilaku Sosial

Ilmu sosial lahir pada tahun 1842 yang dirintis oleh “Auguste Comte” dari Perancis melalui bukunya”Positive Philosophy”.Fokus kajiannya adalah segala bentuk kehidupan masyarakat.Oleh karena jasanya yang besar,ia disebut Bapak SosiologiTokoh-tokoh sosiologi berikutnya adalah Herbert Spencer (Inggris),Karl Max dan Max Weber (Jerman),Pitrim A.Sorokan (Rusia),Vitredo Pareto (Italia),C.H Cooley dan Laster F. Ward (USA),Emile Durkheim (Perancis).Di indonesia,sosiologi baru diperkenalkan tahun 1948 oleh Prof. Sunario Kolopaking di UGM.Kemudian disusul oleh tokoh-tokoh lainnya,yaitu Mr. Djody Gondokusumo,Hassan Shadily,MA.Mayor Polak,Satjipto Raharjo,Soerjono Soekanto,Selo Soemardjan,dan sebagainya. Baca entri selengkapnya »

« Older entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.