laporan penjualan kaos (kewirausahaan)

Latar Belakang Usaha
Saya adalah hesti Retnosari, di sini saya akan menyampaikan perihal informasi tentang usaha penjualan kaos yang dilakukan oleh kelompok kami. Usaha berjualan kaos fakultas yang saya gagas ini adalah usaha yang dilakukan oleh kelompok kami, untuk melatih jiwa kewirausahaan kami dan juga untuk berusaha mandiri dengan mengelola usaha sendiri.Usaha ini bergerak dalam usaha menjual pakaian yaitu kaos berkerah dengan tema Universitas Negeri Semarang dan Fakultas Ilmu Sosial khususnya, dengan konsep yang sederhana yang akan tetapi dengan keunikan tersendiri yang nantinya akan menjadi buah tangan yang dicari oleh para tamu ataupun pengunjung yang datang ke lingkungan Fakultas Ilmu Sosial. Kaos ini sendiri merupakan hasil desain dari pihak fakultas, dan di sini kami berperan untuk memasarkan kaos tersebut ke semua pihak termasuk di dalamnya mahasiswa, dosen, dan pegawai Unnes sendiri yang berada pada lingkup Fakultas Ilmu Sosial khususnya. Selain untuk melatih jiwa kewirausahaan kami dalam berjualan, kegiatan usaha ini juga untuk memenuhi tugas kuliah praktek Kewirausahaan yang diberikan oleh dosen pengajar. Selain untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa, kegiatan ini juga untuk melatih mental para mahasiswa agar tidak minder atau malu dalam mempromosikan segala sesuatu yang ia punya kepada orang lain.
Sasaran
Sasaran yang hendak dicapai pada usaha ini adalah 1) untuk memperkenalkan pada publik terkait adanya kaos cinderamata yang bertema Unnes khususnya Fakultas Ilmu Sosial, 2) untuk membuat para pengunjung tertarik pada barang yang kami tawarkan dan menjelaskan bahwa barang ini istimewa dan berbeda dengan yang lain, sehingga nantinya pengunjung akan terkesan dan tertarik untuk membelinya, 3) untuk melatih mental kami agar nantinya siap dalam “menjual diri” ke dalam bursa kerja di masa depan kelak, dan yang paling utama tentunya 4) untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa agar nantinya tidak hanya menjadi pekerja tetapi justru menjadi yang memperkerjakan, atau bisa juga disebut sebagai pembuka lapangan usaha.
Guna mencapai sasaran yang telah dijelaskan di atas tentunya diperlukan suatu kesolidan pada sebuah kelompok agar nantinya dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal. Untuk itu dalam kelompok saya terdiri dari 11 orang yang merupakan mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Rombel 1. Dengan latar belakang pendidikan yang sama dan juga solidaritas di antara sesama nantinya diharapkan akan memperlancar kelompok kami dalam menjual kaos fakultas kepada para pembeli. Kelompok kami sendiri terdiri dari:
1. Diana Rahmawati
2. Galih Lumaksono
3. Akhmad Nurur Rokhim
4. Dwi Indah Novilayati
5. Mohammad Abdan Nurfikin
6. Anis Nurhidayati
7. Hesti Retnosari
8. Mujibatul Latifah
9. Firda Aprilianto
10. Moh. Galih Pratama
11. Retno Mardeliasari
Untuk masalah jumlah barang yang kami jual, masing-masing kelompok diwajibkan untuk memperoleh kaos sebanyak 9 buah untuk nantinya dijual kepada para pembeli. Hal itu juga berlaku pada kelompok kerja kami, dimana kami diwajibkan untuk menjual kaos sebanyak 9 buah. Untuk masalah sasaran pembeli yang hendak ditawari barang kami, kami tidak membuat batasan yang signifikan, kami beranggapan bahwa siapa saja yang berkenan untuk membeli dan memakai produk kaos kami adalah pembeli kami. Namun kami di sini lebih mengutamakan menjualnya di kalangan para mahasiswa, dosen, pegawai, dan para alumni Unnes sendiri khususnya pada Fakultas Ilmu Sosial. Walaupun juga kami menjualnya ke keluarga dekat kami dengan harapan mau membeli produk yang kami jual.
Berkaitan masalah harga, manajemen keuangan kami yaitu harga yang kami tawarkan adalah sebesar Rp. 50.000,00. Harga ini menurut kami tidak terlalu mahal, karena barang yang kami tawarkan cukup istimewa dan mempunyai karakter tersendiri apabila dijual kepada pembeli. Namun karena ini merupakan sebuah tugas uji coba atau boleh dikatakan usaha amatir, maka apabila ada pembeli yang menawar harga di kisaran Rp. 45.000,00 maka akan kami berikan. Karena sesungguhn ya tujuan utama dari usaha ini adalah untuk melatih mental dan menumbuh jiwa kewirausahaan kami, dan tidak semata-mata demi keuntungan belaka.
Manajemen pemasaran yang kami gunakan dalam berjualan kaos ini, kami menggunakan sistem menjual langsung kepada pembeli. Dalam kelompok kami berjumlah 11 orang, maka tidak semuanya berjualan langsung berjualan secara bersama pada satu titik melainkan ada pembagian kerja dalam sistem kelompok yang lebih kecil. Dalam 11 kelompok itu dibagi ke dalam 3 kelompok kecil. Hal itu dilakukan agar nantinya pembeli tidak merasa tertekan dan tentunya tidak menimbulkan kesan “keroyokan” saat berjualan pada pembeli. Karena dengan keadaan yang seperti itu, maka pembeli akan merasa malas untuk membeli produk kami atau sebatas mendengar penawaran dari kami. Wilayah kerja kelompok kami dibagi ke dalam beberapa sistematika yaitu kelompok 1 berjualan di lingkungan gedung c7, kelompok 2 berjualan di lingkungan lingkungan FIS, dan kelompok 3 berjualan secara umum kepada keluaarga mereka ataupun para alumni yang mereka kenal. Walaupun dalam proses berjalannya, sistem yang telah ditentukan ini tidak berlaku sepenuhnya namun paling tidak ada gambaran yang jelas mengenai cara kerja yang akan kami lakukan.
Hambatan
Hambatan dari kami jualan kaos adalah banyak dari para konsumen merasa kurang puas tentang bahan kaos ini sendiri. Dikarenakan bahannya kurang cocok di suasana yang panas, padahal semarang adalah kota yang panas sehingga tidak sesuai dengan tujuan kotanya. Tidak hanya itu saja tetapi untuk masalah ukuran kaos banyak yang mengeluh kurang besar sehingga yang membeli kebanyakan adalah orang-orang yang kecil.
Banyak diantara kelompok kami yang kurang merasa percaya diri di karenakan belum pernah berjualan dan lagi bahan kaos tidak sesuai harapan mahasiswa. Banyak mahasiswa yang menghindar untuk melakukan penjualan kaos ini karena belum berpengalaman luas tentang kewirausahaan dan lagi mental wirausaha kami baru mulai belajar sekarang. Karena bisanya kami di didik mental sebagai seorang pengajar yang baik. Sehingga mental kami belum siap untuk melakukan penjualan.
Banyak diantara kami yang belum belajar tentang banyak tentang kewirausahaan, bagaimana cara menjual dan mempromosikan dengan baik barang-barang yang ingin di jual dengan layak. Banyak juga diantara kami yang malu-malu sehingga tidak dapat menawarkan barang jualan kepada orang lain sehingga kesulitan saat berjualan di lapangan secara langsung.

Hasil
Hasil yang kami peroleh setelah melakukan usaha penjualan kepada pembeli, kami berhasil menjual kaos sebanyak 5 buah. Kebanyakan yang membeli barang kami adalah dari kalangan dosen FIS sendiri. Ada satu barang yang berhasil kami jual ke kalangan keluarga sendiri. Untuk keuntungan yang kami dapat yaitu sebesar Rp. 20.000,00. Walaupun kami tidah berhasil menjual keseluruhan barang kami namun kami sudah merasa puas dan senang, karena hasil kerja keras kami berjualan cukup membuahkan hasil yang lumayan. Dan sebagai awal dalam menjalankan usaha, harapan kami nantinya akan terus termotivasi menciptakan usaha yang serupa atau yang berbeda demi tujuan menjadi seorang wirausahawan yang handal kelak.

2 Komentar

  1. diyanasosant said,

    Desember 14, 2011 pada 2:16 am

    artikel yang ditulis perlu diperhatikan, misalnya dalam penulisan judul.
    Kemudian pengaturan tulisan, seperti paragraf, atau pun untuk memperjelas sub judul juga diperhatikan agar tidak membuat bosan para pembaca.
    terima kasih..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: