PRAKTEK LABORATORIUM

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Seorang mahasiswa calon guru telah dibekali berbagai mata kuliah kompetensi keguruan, seperti MKU, MKS, dan MKK. Semua muaranya akan menuju kepada empat kompetensi yaitu kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Dengan harapan akan menjadi guru profesional.
Calon guru tidak hanya menerima pembekalan materi secara teoritik di bangku kuliah, tetapi juga harus melaksanakan praktik mengajar di sekolah-sekolah yang sesungguhnya dengan harapan akan menjadi guru yang profesional.
Persiapan untuk melaksanakan praktik mengajar telah dilakukan sebelum calon guru diterjunkan ke sekolah-sekolah latihan. Khususnya mahasiswa harus menempuh mata kuliah micro teaching.
Sesuai dengan kurikulum 2004 di SMA maka model pembelajaran yang dilakukan adalah Contextual Teaching and Learning (CTL). Meliputi examples non examples, numbered heads together, cooperative script, student teams achievement division, jigsaw, mind mapping, think pair and share, debat, role playing, group investigation, talking stik, bertukar pasangan dan value clarivication technique.
Keterampilan dasar mengajar mengacu pada delapan keterampilan dasar yang dikemukakan Turney (1973), yaitu:
1. Keterampilan bertanya
2. Keterampilan memberi penguatan
3. Keterampilan mengadakan variasi
4. Keterampilan menjelaskan
5. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
6. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
7. Keterampilan mengelola kelas
8. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan

B. Rumusan masalah
1. Bagaimana petunjuk umum dari mikro teaching?
2. Bagaimana petunjuk teknis dari mikro teaching?
C. Tujuan
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah praktik laboratorium.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Petunjuk umum
a. Prosedur administrasi
• Kepala laboratorium sebagai pengelola laboratorium merupakan pihak yang memiliki peranan penting dalam mengembangkan laboratorium agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi peningkatan kualitas perkuliahan dan pembelajaran dan juga fungsi-fungsi Tri Dharma yang lain.
Kepala laboratorium dapat secara berkala mensosialisasikan perkembangan laboratorium mengenai perangkat peralatan yang dipunyai dan menejemen yang dikembangkan untuk menunjang praktik micro teaching.
• Pihak dosen pengampu mata kuliah micro teaching merupakan pengguna laboratorium yang penting untuk menunjang perkuliahannya agar lebih berkualitas.
• Mahasiswa juga merupakan komponen pengguna laboratorium yang penting dalam kegiatan pembelajaran praktikum micro teaching. Mahasiswa dapat menggunakan laboratorium selamaa berkaitan dengan perkuliahan dengan sepengetahuan dosen mata kuliah yang bersangkutan.

b. Penataan ruang micro teaching
Dalam pengajaran (teaching) dikenal berbagai istilah, selain micro teaching juga dikenal ada istilah mini teaching, peer teaching, real teaching dan team teaching. Micro teaching adalah bentuk pengajaran yang di uji-cobakan di laboratorium, mini teaching adalah bentuk pengajaran dengan materi, waktu, serta peserta didik yang terbatas, real teaching adalah bentuk pengajaran yang sesungguhnya, dan team teaching adalah bentuk pengajaran yang gurunya lebih dari satu orang.
Sebuah laboratorium micro teaching harus ditata sedemikian rupa agar maksud dan tujuan micro teaching dapat terlaksana dengan baik. Sehingga harus dilengkapi dengan media pembelajaran dan peralatan (multi media) untuk merekam suara dan gambar selama kegiatan micro teaching, sehingga mahasiswa dapat melakukan refleksi diri.

2. Petunjuk teknis
Praktik micro teaching pada hakekatnya mempersiapkan mahasiswa agar sebelum terjun praktik mengajar di sekolah latihan mereka memiliki bekal pengalaman dan ketrampilan mengajar. Meskipun demikian, suasana micro teaching dengan sekolah riil di sekolah lapangan jauh berbeda. Dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
a) Waktu
Dalam micro teaching, hanya dilaksanakan dalam waktu 15 menit, sehingga mahasiswa tidak bisa leluasa mengekspresikan diri atau ketrampilan mengajar secara utuh, sementara di sekolah yang sesungguhnya sekitar 45 menit.
b) Materi
Penyajian materi dalam micro teaching harus menyesuaikan dengan waktu yang tersedia. Padahal mahasiswa harus membuat rencana pembelajaran yang baik dan benar sesuai format. Sehingga tidak mencapai target sebagaimana yang diharapkan.
c) Peserta didik
Pesrta didik dalam micro teaching adalah teman sesama mahasiswa, sementara dalam real teaching adalah siswa yang sesungguhnya.

Untuk meminimalisir kendala yang kemungkinan terjadi, praktik micro teaching perlu direncanakan dan dipersiapkan secara baik dan sungguh-sungguh. Langkah-langkah dalam pelaksanaan micro teaching diantaranya yaitu:
1. Tahap persiapan
a. Pembagian kelompok
i. Pembagian kelompok diserahkan kepada mahasiswa
ii. Setiap kelompok terdiri dari 10 orang, dimana seorang akan menjadi guru dan yang sembilan orang akan berperan sebagai peserta didik.
b. Membuat rencana pembelajaran
i. Mengkaji kurikulum SMA, kemudian menetapkan standar kompetensi, kompetensi dasr dan pokok bahasan.
ii. Membuat rencana pembelajaran sesuai dengan format yang baku.
c. Persiapan ruangan micro teaching
i. Menata ruangan micro teaching dengan komposisi: satu orang berperan sebagai guru dan sembilan orang sebagai peserta didik.
ii. Mempersiapkan media pembelajaran yang dibutuhkan.
iii. Mempersiapkan peralatan multi media (LCD, Handycam,OHP,Waarless, tape recorder, dan photo).
2. Tahap pelaksanaan Micro Teaching
a. Praktik micro teaching ( selama kurang lebih 15 menit).
b. Penampilan model pengajaran tertentu dan / ketrampilan dasar mengajar tertentu.
c. Perekaman suara dan gambar dengan peralatan multi media.
3. Refleksi diri
a. Memperlihatkan kembali hasil rekaman micro teaching yang telah dilakukan mahasiswa.
b. Mengevaluasi bersama-sama antara dosen dengan mahasiswa.
c. Aspek-aspek yang dievaluasi meliputi:
i. Penampilan model pengajaran tertentu dan/atau ketranmpilan dasar mengajar tertentu.
ii. Penampilan (performance), bentuk dan cara menulis di papan tulis, volume suara, dan lainnya.
iii. Jika waktu memungkinkan, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengulang praktik micro teaching lagi.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Bagi mahasiswa calon guru, sebelum benar-benar untuk terjun ke dunia pendidikan(menjadi seorang guru), mahasiswa calon guru harus menempuh mata kuliah micro teaching. Dalam pengajaran (teaching) dikenal berbagai istilah, selain micro teaching juga dikenal ada istilah mini teaching, peer teaching, real teaching dan team teaching. Micro teaching adalah bentuk pengajaran yang di uji-cobakan di laboratorium, mini teaching adalah bentuk pengajaran dengan materi, waktu, serta peserta didik yang terbatas, real teaching adalah bentuk pengajaran yang sesungguhnya, dan team teaching adalah bentuk pengajaran yang gurunya lebih dari satu orang.
Praktik micro teaching pada hakekatnya mempersiapkan mahasiswa agar sebelum terjun praktik mengajar di sekolah latihan mereka memiliki bekal pengalaman dan ketrampilan mengajar.

DAFTAR PUSTAKA
Buku panduan praktikum laboratorium

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: